
|
Don't forget to follow my twitter @dessyrizqiarini ^_^ Clock Everybody here! Someone to Help Me! Poskan Komentar |
Cerita Mengenang dan Mengharukan KenangankuDessy Rizqi Arini
Aku adalah R, siswi SMP di suatu kota kecil di Jawa Tengah. Aku di lahirkan di keluarga yang berkecukupan. Aku memiliki orangtua dan dua orang kakak. Semenjak aku kecil, orangtuaku telah mendidik agama, kemandirian, kerja keras, dan sopan santun. Sehingga ya beginilah aku, seorang cewek yang patuh terhadap orangtua.
Aku memang dilarang berpacaran oleh orangtuaku. Mereka terlalu mendoktrin aku dan mereka beranggapan bahwa pacaran hanyalah hal yang akan menyia-nyiakan kehidupanku dan tak ada untungnya. Karena mereka selalu mendoktrin, mendoktrin, dan mendoktrin, muncullah niatanku untuk berpacaran dengan lawan jenis. Pada suatu hari, aku berkenalan dengan Kak Z. Ia adalah lelaki yang baik, sholeh, dan pekerja keras. Aku mengenalnya selama 7 bulan dan setelah perkenalan yang cukup singkat, Kak Z menginkan aku menjadi pacarnya. Aku sangat shock dan tak tahu apa yang harus aku jawab. Kak Z memberikan aku waktu untuk menjawab permintaannya. Seminggu kemudian, aku memberanikan diri untuk menerima dia sebagai pacarku. Aku menganggap dia sebagai orang yang paling perhatian, pengertian, dan pastinya mau berkorban demi aku. Aku merasa sangatlah di hargai apabila sedang bersamanya. Setahun berlalu...
Kak Z mendaftar pekerjaan sebagai tentara. Pada saat itu, aku merasa sedih karena akan di tinggalkannya selama kurang lebih 7 bulan, 2 bulan untuk melalui berbagai tahap test, 5 bulan untuk pendidikan. Selama 7 bulan itulah, aku sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan Kak Z. Aku hanya berdoa agar dia lolos dan selalu ingat aku. Yah aku tau, yang namanya sudah jadi tentara pasti banyak cewek yang suka.
Pada suatu saat, ada telepon masuk ke nomorku. Aku angkat dan berkata hallo, seorang laki-laki menjawab dengan lemah lembut mengucapkan "sayang". Hatiku sangat senang, ternyata selain dia bisa menghubungiku, dia telah menjadi seseorang tentara. Suatu ketika, aku di kejutkan dengan kedatangannya ke kota kecilku ini. Aku memberanikan diri untuk mengenalkan Kak Z ke orangtuaku, karena aku telah berjanji padanya apabila ia telah menjadi tentara, aku akan mengenalkannya dengan orangtuaku. Wajar ia meminta itu, karena aku dan dia telah berpacaran selama dua tahun. Mulanya, Mamah dan kakakku merestui kehadiran Kak Z di keluargaku. Akan tetapi, Bapak menolaknya. Bapak beranggapan bahwa aku harusnya bisa mendapatkan yang lebih baik dan lebih layak. Kak Z pun merasa sakit hati dengan perkataan Bapakku yang sangatlah menyakitkan. Perlahan-lahan Kak Z tidak menghubungiku setelah kejadian itu dengan alasan ia kembali ke barak untuk melakukan dan menjalankan tugasnya. Dua bulan berlalu, ada sms masuk yang sangat mengiris hati. Sms itu ternyata dari Kak Z. Ia mengatakan bahwa ia ingin menyudahi hubungannya denganku. Aku sangat kecewa kepadanya, jujur aku sangat mencintainya. Tapi, kenapa harus begini? Ternyata, sikap Bapakku itu yang membuat dia berkelakuan seperti itu. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Pengorbananku selama ini sia-sia. Dia adalah satu-satunya cowok yang aku kenalkan dengan orantuaku sampai saat ini. Tapi sekarang, semua hanyalah menjadi sebuah kenangan. Memang tujuh bulan tidak bersamanya, membuat aku merasakan hal yang beda darinya. Terlebih dua tahun merajut asmara, harus berakhir karena masalah sepele. |